Riaunesianew.com - Kubu - Puskesmas Teluk Merbau memberikan klarifikasi terkait pemberitaan yang menyebutkan 80 persen siswa mengonsumsi nikotin. Informasi tersebut, menurut pihak puskesmas, merujuk pada siswa yang pernah terpapar nikotin akibat perilaku merokok, bukan penggunaan narkoba.
Kepala Puskesmas Teluk Merbau, dr. Hizzul Rahmah, mengatakan angka tersebut berasal dari temuan mengenai kebiasaan merokok siswa, baik menggunakan rokok konvensional maupun rokok elektronik atau vape.
“Perlu diluruskan agar tidak terjadi kesalahpahaman. Nikotin adalah zat adiktif yang terdapat dalam rokok, berbeda dengan narkotika, meskipun keduanya sama-sama berbahaya bagi kesehatan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kecenderungan perilaku merokok di kalangan pelajar menjadi perhatian serius karena dapat berdampak terhadap kesehatan serta berpotensi menimbulkan ketergantungan sejak usia dini.
Sebagai langkah pencegahan, Puskesmas Teluk Merbau berkomitmen meningkatkan edukasi kepada siswa, sekolah, dan masyarakat mengenai bahaya rokok, nikotin, serta narkoba.
Selain itu, puskesmas juga akan aktif menjadi narasumber dalam kegiatan penyuluhan kesehatan, membuka layanan konseling bagi siswa yang mengalami ketergantungan merokok, serta melakukan pemeriksaan atau tes urine jika diperlukan dengan melibatkan pihak terkait.
Redaksi
