News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Anggota Komisi IX DPR RI Dr. Maharani, MM sosialisasi bangga kencana di bengkalis

Anggota Komisi IX DPR RI Dr. Maharani, MM sosialisasi bangga kencana di bengkalis


Riaunesianew.com - Bengkalis - Anggota Komisi IX DPR RI dr Maharani , MM bekerjasama dengan Direktorat Bina Peran Serta Masyarakat Kemendukbangga/BKKBN Propinsi Riau serta Pewakilan OPD KB  Kab Bengkalis mensosialisasikan pelaksanaan program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana ( Bangga Kencana ) : Jln sudirman gedung hubbul wathan duri, Kec Mandau , Kab. Bengkalis , Provinsi Riau ( 24/08/2025 )


Anggota Komisi IX DPR RI Ibu dr Maharani, MM memberikan apresiasi tinggi terhadap semangat para kader BKKBN dalam menyukseskan Program Bangga Kencana. Hal ini disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi Program Bangga Kencana bersama Mitra Kerja yang digelar di Kab Bengkalis Duri, Riau.
Dalam sambutannya, Beliau ingin menegaskan bahwa setiap anak lahir harus direncanakan, karena setiap anak berhak untuk mendapatkan pendidikan yg baik dan dapat berkembang dengan baik. Program Bangga Kencana itu adalah Bangga = Pembangunan Keluarga dan Kencana = Kependudukan dan Keluarga Berencana
- PUS adalah Pasangan Usia Subur di usia 21-49 tahun.
- WUS : Wanita Usia Subur, wanita yg sudah haid dan belum menopause
- Dalam Mars KB itu terkandung harapan bahwa dgn Program KB agar anak menjadi anak yg sehat, cerdas dan kuat. Ayah Ibu Bahagia, rukun raharja, rumah tangga tentram sentosa
- Penyebab Stunting salah satunya adalah bayi tidak mendapatkan ASI selama 2 tahun secara penuh, karena Ibu sudah hamil lg sebelum anak berusia 2 tahun.
- Dalam Program BKKBN, setiap calon pengantin wajib diperiksa kesehatan nya. Untuk wanita periksa HB darah, apakah kekurangan darah atau tidak dan mengukur lingkar lengan atas sebelah kiri dgn minimal 23,5 cm. Jika kurang dari itu perlu ditambah vitamin


Dilanjutkan dengan Materi dari Perwakilan BKKBN  Provinsi riau Ibu Drg Maya menguraikan KB itu untuk mengatur jarak kehamilan dan kelahiran. 
1. BKKBN saat ini tidak hanya fokus pada KB tapi juga penggerak utama dalam PK,
       penurunan stunting dan penguatan ketahanan keluarga
2. BKKBN berubah menjadi Kemendukbangga - mendukung program pembangunan manusia melalui lintas sektor, percepatan pembangunan SDM
3. Bangga kencana - pembangunan keluarga, kependudukan dan KB dengan tujuan untuk mewujudkan keluarga berkualitas, membangun generasi sehat cerdas dan berdaya saing
4. Sasaran program BK, pus, ibu hamil, balita dan lansia
5. Merencanakan keluarga - ada 4 T yg menjadi faktor resiko kematian ibu dan anak, dengan merencanakan keluarga kita dapat mencegah hal2 tsb. 2 anak cukup yang penting berkualitas
6. Stunting - gagal tumbuh pada anak akibah kekurangan gizi kronis, di Riau masih cukup tinggi di beberapa kabupaten/kota. 
7. Dampak stunting pada anak - mudah sakit, sulit konsentrasi, produktifitas rendah saat dewasa
8. Kunci utama pencegah stunting - gizi, asi, sanitasi
9. Dashat - makanan bergizi 
10. Dashboard stunting - alat pemantau stunting secara digital
11. Ada kampung keluarga berkualitas di desa2 - ada kawasan binaan terpadu untuk pendidikan kespro, pencegahan stunting berbasis komunitas. 
12. Cara ikut serta dalam pencegahan stunting - cek kesehatan secara rutin, berKb, jangan malu pada petugas KB, bikin perencanaan untuk masa depan
13. BKKBN tidak bisa bekerja sendiri, butuh dukungan dari semua pihak untuk mewujudkan keluarga berkualitas bebas stunting


Bapak Hery Pratikno  Pewakilan OPD KB Kab Bengkalis Riau memaparkan berbagai - Bangga kencana - program pembangunan keluarga, kependudukan dan KB menjadi program penting karena dengan berubahnya BKKBN menjadi kementerian, kabinet baru memberikan perhatian serius pada pembangunan kependudukan dan keluarga. 

1. Ada 7 misi pada Asta cita, dimana 4 diantaranya terkait pembangunan manusia. Presiden memandang pembangunan manusia menjadi sesuatu yg fundamental dalam pembangunan suatu negara 
2. Hasil Pendataan Keluarga 2024 - kab          Bengkalis dari hasil evaluasi mcpr paling tinggi se-provinsi Riau yaitu 78.3% - artinya Masy di kab Bengkalis itu banyak pus yang menggunakan kontrasepsi modern diantaranya pil, suntik, implant, kondom dll. Silahkan dipilih apa yang paling cocok karena tidak ada 1 kontrasepsi yang bisa cocok untuk semua orang 
3. Pemilihan kontrasepsi dapat dikonsultasikan dengan tim bangga kencana yaitu penyuluh KB yang bertugas di daerah masing2. 
4. Meskipun banyak warga Bengkalis yang menggunakan mcpr tatapi masih sedikit yang menggunakan mkjp, untuk itu kami mendorong bapak ibu untuk menggunakan MKJP. 
5. Stunting - hasil ssgi kab Bengkalis terendah se-provinsi Riau untuk prevalensi stunting


Jurnalis  : mrd

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Next
This is the most recent post.
Previous
Posting Lama

Posting Komentar